Pengaruh Literasi Keuangan Dan Gaya Hidup Terhadap PerilakuPengelolaan Keuangan Mahasiswa

Authors

  • Nazwa Handayani Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Author

Keywords:

Literasi Keuangan, Gaya Hidup Konsumen, Pengelolaan keuangan, Mahasiswa, Pengaruh

Abstract

Perkembangan ekonomi modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi finansial telah
mengubah pola perilaku konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa. Mahasiswa sebagai
individu yang sedang berada pada fase transisi menuju kemandirian finansial sering kali belum
memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai. Kondisi ini menyebabkan
munculnya perilaku konsumtif, seperti pengeluaran berlebihan untuk kebutuhan non- prioritas.
Menurut Paramitha (2025), rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan pada mahasiswa
disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar keuangan.
Fenomena perilaku boros di kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting dalam studi
manajemen keuangan. Banyak mahasiswa lebih memprioritaskan gaya hidup dibandingkan
kebutuhan utama, seperti pendidikan atau tabungan. Sharaswati dan Rahayu (2025) menyatakan
bahwa gaya hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa,
terutama dalam meningkatkan kecenderungan konsumtif.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan adalah literasi
keuangan. Literasi keuangan mencakup kemampuan individu dalam memahami, mengelola,
dan mengambil keputusan terkait keuangan. Afriani dan Yanti (2020) menjelaskan bahwa
individu dengan literasi keuangan yang tinggi cenderung memiliki perilaku keuangan yang
lebih baik, seperti mampu menyusun anggaran dan mengontrol pengeluaran.
Namun, literasi keuangan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kontrol terhadap gaya
hidup. Gaya hidup modern yang dipengaruhi oleh media sosial sering kali mendorong
mahasiswa untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan mereka.
Fahrenzia et al. (2025) menemukan bahwa gaya hidup konsumtif berpengaruh negatif terhadap
pengelolaan keuangan mahasiswa.
Di Indonesia, tingkat literasi keuangan masih tergolong rendah, sehingga berdampak pada
rendahnya kualitas pengelolaan keuangan individu. Dyansyah dan Pandin (2022) menyatakan
bahwa rendahnya literasi keuangan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan
keputusan finansial, seperti penggunaan uang yang tidak terencana.
Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan stabilitas
ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang
memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa. Septiarum dan Susanti (2023)
menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku
keuangan yang sehat.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi
keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa, sehingga dapat
memberikan kontribusi dalam pengembangan edukasi keuangan yang lebih efektif. 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-30