Pengaruh Destinasi Wisata Digital Dan Electronic Word Of Mouth (E-Wom) Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan
Keywords:
Destinasi Wisata Digital, Electronic Word of Mouth, Minat Berkunjung, SmartPLS, PLS-SEMAbstract
Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam industri pariwisata, khususnya dalam cara wisatawan memperoleh informasi dan menentukan keputusan untuk mengunjungi suatu destinasi. Pemanfaatan media digital dalam promosi pariwisata telah melahirkan konsep destinasi wisata digital yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan mudah. Selain itu, perkembangan internet dan media sosial juga mendorong munculnya Electronic Word of Mouth (E-WOM), yaitu komunikasi antar pengguna melalui media elektronik yang berupa ulasan, rekomendasi, serta pengalaman mengenai suatu destinasi wisata. Keberadaan kedua faktor tersebut diyakini memiliki peran penting dalam membentuk minat berkunjung wisatawan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Destinasi Wisata Digital dan Electronic Word of Mouth terhadap Minat Berkunjung wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat kepada 50 responden yang pernah memperoleh informasi mengenai destinasi wisata melalui media digital. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Evaluasi model dilakukan melalui pengujian outer model dan inner model, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan teknik bootstrapping pada tingkat signifikansi sebesar 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih besar dari 0,50 serta nilai Composite Reliability dan Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,70. Nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0,534 menunjukkan bahwa variabel Destinasi Wisata Digital dan Electronic Word of Mouth mampu menjelaskan Minat Berkunjung sebesar 53,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Destinasi Wisata Digital tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Berkunjung dengan nilai p-value sebesar 0,145. Sebaliknya, Electronic Word of Mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung dengan nilai p-value sebesar 0,003. Dengan demikian, Electronic Word of Mouth merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan Minat Berkunjung wisatawan dibandingkan dengan Destinasi Wisata Digital.




