Pengaruh Kearifan Lokal, Digitalisasi Pariwisata, dan Pariwisata Berkelanjutan terhadap Daya Saing Destinasi Wisata

Authors

  • Yosua Parhorasan Manullang Universitas Mahkota Tricom Unggul Author

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata menuntut setiap destinasi wisata untuk memiliki daya saing yang tinggi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Peningkatan daya saing destinasi tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya alam, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola kearifan lokal, mengadopsi digitalisasi pariwisata, serta menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Namun demikian, belum banyak penelitian yang mengkaji ketiga faktor tersebut secara simultan dalam menjelaskan daya saing destinasi wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kearifan lokal, digitalisasi pariwisata, dan pariwisata berkelanjutan terhadap daya saing destinasi wisata.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 51 responden yang merupakan wisatawan dan pernah mengunjungi destinasi wisata yang menjadi objek penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Evaluasi model dilakukan melalui pengujian outer model dan inner model, meliputi uji validitas, reliabilitas, koefisien determinasi (R-Square), serta pengujian hipotesis menggunakan teknik bootstrapping.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai outer loading di atas 0,70, Composite Reliability di atas 0,70, dan Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,50. Nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0,775 menunjukkan bahwa variabel kearifan lokal, digitalisasi pariwisata, dan pariwisata berkelanjutan mampu menjelaskan 77,5% variasi daya saing destinasi wisata, sedangkan 22,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa digitalisasi pariwisata (β = 0,359; p = 0,009) dan pariwisata berkelanjutan (β = 0,320; p = 0,010) berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing destinasi wisata. Sebaliknya, kearifan lokal (β = 0,256; p = 0,078) tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan daya saing destinasi wisata pada era modern lebih dipengaruhi oleh transformasi digital dan implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan, sementara kearifan lokal tetap memiliki peran sebagai identitas destinasi yang perlu diintegrasikan dengan inovasi dan strategi pengelolaan pariwisata.

Downloads

Published

2026-08-31