Pengaruh Digital Fatigue terhadap Efektivitas Belajar Mahasiswa dengan Motivasi Belajar sebagai Variabel Mediasi
Keywords:
Digital Fatigue, Motivasi Belajar, Efektivitas Belajar, SEM-PLS, SmartPLSAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah proses pembelajaran di perguruan tinggi menjadi lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Namun, intensitas penggunaan perangkat digital yang tinggi berpotensi menimbulkan digital fatigue, yaitu kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat penggunaan perangkat digital secara berkelanjutan. Fenomena ini diduga memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital fatigue terhadap efektivitas belajar mahasiswa dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 52 mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konstruk penelitian memenuhi kriteria reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,827 untuk Digital Fatigue, 0,913 untuk Motivasi Belajar, dan 0,906 untuk Efektivitas Belajar. Nilai R-Square menunjukkan bahwa Digital Fatigue mampu menjelaskan 27,7% variasi Motivasi Belajar, sedangkan Digital Fatigue bersama Motivasi Belajar mampu menjelaskan 71,8% variasi Efektivitas Belajar. Pengujian hipotesis melalui Bootstrapping menunjukkan bahwa Digital Fatigue berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar (β = 0,526; p < 0,001) dan Efektivitas Belajar (β = 0,255; p = 0,002). Selain itu, Motivasi Belajar juga berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Belajar (β = 0,685; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa, pada konteks responden penelitian, peningkatan digital fatigue terjadi seiring dengan tingginya aktivitas pembelajaran digital dan tetap diikuti oleh motivasi belajar yang tinggi, sehingga berkontribusi terhadap efektivitas belajar mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran digital yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kenyamanan belajar mahasiswa.
References
Alemayehu, B., & Chen, H. (2023). Students' learning motivation in digital learning environments: A systematic review. Education and Information Technologies, 28(11), 14327–14352. https://doi.org/10.1007/s10639-023-11719-7
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.
Masduki, Y., & Johari, M. E. (2025). Digital Learning Fatigue and Academic Motivation in Students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta. Jurnal Tarbiyatuna, 16(2), 219–234. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v16i2.15261
Romero-Rodríguez, J. M., Hinojo-Lucena, F. J., Kopecký, K., & García-González, A. (2023). Digital fatigue in university students as a consequence of online learning during the COVID-19 pandemic. Educación XX1, 26(2), 165–184. https://doi.org/10.5944/educxx1.34530
Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.






